Bu Daya

oleh Nila Rahma, mahasiswa Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

 

 

 


gang sempit pemukiman kumuh, rusuh

belakang pabrik milik kapitalis tengik
terik
siang bolongI Wayang dan Mbak Tik, keduanya terkekeh-kekeh
saat Wayang berhasil bongkar bak sampah
dan temukan Mbak Tik di dalamnya

keduanya seperjuangan mengais sampah di komplek sebelah
beruntung: kali ini mereka punya setengah jam tuk berpetak umpet
di gang sempit belakang pabrik

“Wayaaang, lekas masuk! Di sebelah ada penggusuran. Banyak petugas.
Aku kwatir kau diculik. Dijual ke negeri orang. Ah, aku tak mau.
Ayooo, lekas masuk!”

“Tak usahlah takut, Bu!
jika memang ada yang mau culik kami, biarlah, Bu!
sebab di sini kita pun tak pernah dihirau-hirau
mungkin saja: penculik itu akan beri kita makan barang sekali saja
mungkin saja: dicampuri racun supaya orang kayak kita ini lekas binasa
mungkin saja: usai makan, matipun aku bahagia.”

seusainya,
Wayang dan Mbak Tik bergegas berdinas
menjejak, sambangi komplek elit sebelah

Depok, 4 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s