Hari-Hari yang Tak Muncul di Kalender

oleh Inung Imtihani, Mahasiswa Program Studi Indonesia FIB UI

1

telah panjang pengembaraan. sejak perang itu dikucurkan hingga

tubuh-tubuh lenyap pada hari yang tak pernah muncul di kalender.

apa hak kita atas rahasia-rahasia ini. aku cuma laut luas dan lengang.

yang mengobati luka sendiri dengan perihnya garam. suatu saat

matahari akan bercerita. lantas ombak-ombak yang kita lahirkan

dapat saling mencintai?

2

Udara dingin licik menyelinap. laba-laba melarikan diri dari

bahumu. deru mobil itu. ada gumpalan erang. ada yang mengkilat.

ada sepatu besar. ada bulan hampir terpejam. ada api. ada angin yang

berhenti. ada dia. ada mereka. ada engkau. ada aku

3

orang-orang mengerti. tidak ada pembicaraan bagi kesaksian rumput,

kecuali ia bisa menjadi pohon jati. bukankah kita—engkau, aku,

laut—merekah karena darah. damai dan dendam adalah sepasang

rindu yang tak selesai. mengunjungi angka-angka dalam jam besar di

sudut ruangan.

4

telah panjang pengembaraan. setiap bangun pagi, aku melihatnya

berdiri. mengibarkan bendera tinggi-tinggi. menyimpan kumpulan

hari yang tak muncul di kalender.

Agustus, 2011

One thought on “Hari-Hari yang Tak Muncul di Kalender

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s