Festival Wayang Indonesia 2013

Wayang. Sejak disahkannya menjadi Karya Agung Budaya Dunia (Materpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) 7 November 2003, wayang semakin mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. SENA WANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia) beserta para anggota di dalamnya mengambil andil yang cukup besar dalam pelestarian wayang. Tahun 2010 mulailah diadakan Festival Wayang Indonesia pertama. Festival Wayang Indonesia merupakan hasil dari kerjasama SENA WANGI, PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) Pusat, Museum Wayang dan Yayasan Total Indonesia.

Tahun ini, Festival Wayang Indonesia (FWI) diadakan selama empat hari berturut-turut tertanggal 4 s.d. 7 Juli 2013 di area Fatahillah dan Museum Wayang, Jakarta Kota. FWI berjalan sangat meriah setiap harinya. FWI menyajikan pagelaran wayang dari berbagai jenis wayang, mulai dari Wayang Potehi, Wayang Golek Pesisiran Cirebon, Wayang modern (Wayang Kampoeng Sebelah), Wayang Purwa Padat, Wayang Dusun, Wayang Kulit Yogyakarta , Wayang Golek Sunda, Wayang Kulit Jawatimuran,  hingga Wayang Wong sebagai penutup acara. Tidak hanya pagelaran tersebut, pengunjung juga bisa menikmati berbagai macam lakon wayang kulit dari para finalis perlombaan Festival Dalang Muda Indonesia yang terdiri dari 13 provinsi. Tiga belas provinsi yang mengirimkan kontingennya adalah Riau, Sulawesi Tengah, Lampung, Sumatera Utara, D.I Yogayakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Timur.

Persembahan wayangan yang tidak ada habis-habisnya membuat para pengunjung betah berlama-lama di area festival. Wisatawan yang tidak hanya dari dalam negeri namun juga manca negara berkumpul menjadi satu untuk menikmati wayangan. Tua muda pejabat hingga komunitas punk duduk bersama dalam satu tempat untuk menonton wayang tanpa ada kasta atau “kamu siapa? Saya siapa?”. Penonton terlihat sangat antusias. Tak jarang ada anggukan secara serempak ketika dalang mengampaikan pesan-pesan dari dialog wayang, ada tertawa terbahak secara serempak ketika punakawan sedang mbanyol, dan ada tepuk tangan bersama ketika sanga dalang ngobahke (menggerakkan) wayang dengan trampil dan menakjubkan. Fungsi wayang sebagai kesenian rakyat yang mampu menjadi media penyaluran nilai kepada masyarakat nampaknya masih sangat berlaku hingga saat ini.

Tak hanya pagelaran, FWI juga menyajikan dua seminar dengan tema besar Wayang Potehi dan Sosialisasi Pendidikan Budi Pekerti dalam Wayang. Kedua seminarpun ramai oleh peserta. Uniknya, memang ada beberapa acara yang dilakukan bersamaan (waktu sama namun tempat berbeda), namun tidak satupun acara yang sepi peminat. Semua acara seakan mempunyai daya tarik masing-masing dan mampu mengikat peserta dan penontonnya.

Ini menunjukkan bahwa Ibu Kota Jakarta memang pusat perkembangan budaya bangsa. Para seniman di Ibu Kota seakan tidak takut kehilngan penonton. Para urban Jakarta seakan melampiaskan rindu mereka pada kampung halaman dengan cara aktif dan mencari-cari acara-acara kesenian dan festival di Ibu Kota. Yah, saya sendiri sebagai orang Kediri asli tidak pernah melihat antusiasme masyarakat terhadap wayang seperti di Ibu Kota ini. Mugkin jika dhubungkan dengan preposisi Jawa, tepat sekali jika menggunakan preposisi ini “Wong Jawa sangsaya katon Jawa nalika sangsaya adoh saka Jawa”. Meskipun Jakarta termasuk di Pulau Jawa, yang dimaksud Jawa di sini adalah daerah Jawa Timur dan Tengah sebagai wilayah asli suku Jawa.

Festival Wayang Indonesia ke-3 yang diketuai oleh Bapak Asman Budi ini terselenggara dengan sukses. Semoga Festival Wayang Indonesia tahun depan semakin sukses.

Reporter: Norma Rizkiananingrum-UI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s