Burung di Depan Jendela

kupikir kekhilafanmu sedang berraja

dan memilihmasukkan namaku sebagai korban

agar burung piaraanmu

yang kaupajang di depan jendela kamar

merasa merdeka

shubuh larut jadi duka hitam

dan kabut-kabutnya telah menjelma

narasi panjang berbait-bait

seperti guntur yang dilagukan daun-daun

tapi masih kuterima namamu sebagai sunyi

yang paling wangi ditengah melati

yang paling putih dan sesat

berikut gema sajakku ditenggelamkan jeda

aku tinggalkan kata-kata sebagai penjaga sejarah

agar kita menua

dan ranum dalam jendela

 

 

Surabaya, 2013

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s